Tulisan 8 IBD

on Rabu, 21 Desember 2011

Dengan sebuah harapan akankah wajah yang semula mengkerut dapat berubah menjadi tersenyum lebar? Hmmm..dunia memang serba bisa mengubah segalanya, karena ia dapat berputar dan secara otomatis akan memutar segala sesuatu yang ada di dalamnya, termasuk harapan itu sendiri. Bagaimana sebuah harapan itu bergeser dari keinginan menjadi wujud nyata? Ya, kita musti menggerakkannya. Bagaimana pula bintang bintang yang memenuhi isi kepala beranjak dari mimpi menuju panggung pertunjukan yang disebut kehidupan? Mungkin akan terjawab bila harapan itu ditindaklanjuti dengan sebuah usaha dan disertai oleh rasa optimis. Mungkin!

Setiap orang pasti memiliki harapan-harapan yang baik untu kehidupannya dimasa yang akan datang. Harapan bukan hanya untuk diri kita saja, biasa saja untuk Negara, harapan untuk kedua orang tua, harapan untuk teman, dan lain-lain.  Dengan banyaknya harapan itu bias memicu kita untuk lebih berusaha, bekarja keras dan selalu berdoa kepada tuhan untuk mencapai harapan yang kita inginkan.
Nama saya muhamad rahma munigar, saya sekararang kuliah di universitas gunadarma.  Saya mahasiswa fakultas ekonomi. Saya mempunyai banyak harapan untuk dimasa yang akan mendatang agar semuanya jadi lebih baik dari yang sekarang. Tetapi disini  saya hanya sebutkan beberapa harapan saja.

Harapan pertama saya semoga sehat selalu, karna dengan sehat kita bias melakukan semua hal dengan maksimal.

Harapan kedua saya adalah ingin merubah perekonomian keluarga saya supaya jauh lebih baik dari yang sekarang dengan cara berbisnis. Saya ingin menjadi pebisnis yang sukses di usia muda.

Harapan ke tiga saya yaitu lulus kuliah sesuai target dan dapat nilai bagus.

Harapan ke empat saya semoga saya bias jadi sarjana ekonomi sekaligus seorang fotographer.

Harapan ke lima saya semoga perekonomian Indonesia semakin membaik, tidak ada lagi praktek korupsi di kursi pemerintahan.

Itulah beberapa harapan saya dimasa yang akan datang, semogapan harapan-harapan tersebut dapat terlaksanakan. Amin J

Tugas 8 IBD


Jelaskan definisi dari harapan!

Harapan atau asa adalah bentuk dasar dari kepercayaan akan sesuatu yang diinginkan akan didapatkan atau suatu kejadian akan bebuah kebaikan di waktu yang akan datang. Pada umumnya harapan berbentuk abstrak, tidak tampak, namun diyakini bahkan terkadang, dibatin dan dijadikan sugesti agar terwujud. Namun ada kalanya harapan tertumpu pada seseorang atau sesuatu. Pada praktiknya banyak orang mencoba menjadikan harapannya menjadi nyata dengan cara berdoa atau berusaha
Sumber : (Wikipedia)

Tugas 7 IBD


Bagaimana cara anda mengatasi kegelisahan  yang sedang anda rasakan?

Cara saya dalam mengatasi kegelisahan biaanya menjauhkan diri dari handphone, lalu pergi ketempat yang saya suka bersama teman-teman sampai akhirnya saya merasa senang dan tenang.

Tulisan 6 IBD


Semua orang pastilah mempunyai cita-cita, walaupun pada akhirnya cita-cita tersebut belumlah tentu tercapai sesuai dengan sebuah kenyataan yang diidam-idamkan
Jika sudah besar nanti mau jadi apa?? Dokter, Polisi, Tentara, pilot atau yang lainnya? Sering kali kita mendengar pertanyaan tersebut ketika ditanya oleh orang tua, guru, teman atau orang-orang disekitar lingkungan kita. Pasti Setiap orang pastinya memiliki cita-cita yang ingin ia capai ketika sudah dewasa nanti. Tetapi  Ada yang beruntung mendapatkan kesempatan untuk mewujudkan cita-citanya namun tidak sedikit yang akhirnya harus menerima nasib cita-citanya kandas di tengah jalan karena sesuatu hal yang kurang mendukung, entah itu faktor ekonomi atau kurangnya dukungan dari orang-orang terdekat.
Saya sendiri mempunyai cita-cita ingin menjadi dokter, fotograper atau seorang yang bergelut di dunia pertelevisian. 

Kenapa saya ingin menjadi dokter?

Dulu saya sempat dirawat dirumah sakit dan pada saat itu saya menunggu berjam2 kehadiran dokter untuk memeriksa saya kembali. Ternyata ketika sudah ad diruangan dokter memeriksa saya tidak lebih dari 5 menit langsung keluar ruangan. Dalam hati saya berkata “enak banget kerja jadi dokter Cuma gitu-gitu saja”. Setelah pulang dari Rumah sakit saya pun harus kembali checkup beberapa kali lagi untuk memastikan kalau saya benar2 sudah sembuh. Ketika sudah diruang tunggu nama saya disebut, lalu ditanya-oleh dokternya kurang d ari 10menit sudah selesai. Biayanya yang dikeluarkan untuk jasa dokter dan penebusan obat pun tidak murah. Bayangkan saja misalkan harga 1 bungkus obat 100 ribu jika dikalikan 20orang/ hari dokter  bias mendapatkan uang 2juta. Yang ada dipikiran saya “enak bgt jadi dokter cepet dapat uangnya berarti cepet jadi juragan juga”. Tapi ternyata otak saya masih kurang mampu untuk mempelajari ilmu kedokteran hehe.

Dan kenapa saya ingin menjadi fotographer?

Awal mula saya ingin menjadi fotographer yaitu ketika saya mulai kecanduan internet yang lebih tepatnya ke arah social network. Sering kali melihat hasil jepretan para fotographer handal dengan model-model cantik. Wahh rasanya indah bgt dan enak untuk dipandang. Mulai dari situ saya sering belajar sendiri dengan cara mencoba-coba bagaimana  caranya supaya hasil jepretan saya bisa sama seperti para fotographer yang saya idolakan walapun dengan kamera standard (tanpa kamera DSLR dan alat-alat lainnya). Tapi sayang dibidang ini orang tua saya kurang setuju sehingga saya sendiri merasa kurang dukungan.

Yang terakhir kenapa saya punya cita-cita ingin terjun di dunia pertelevisian? 

Semua ini terjadi ketika saya melihat salah satu acara tv swasta dimana antara artis dan tim-tim cameramen di acara tersebut bercanda-canda dan saling mengerjai satu sama lain. Seru sekali melihat mereka bekerja sambil tertawa-tawa pasti pekerjaan seberat apapun terasa ringan.
Dari ke 3 cita-cita saya tersebut saya sangat berharap salah satunya bisa tercapai. Jadi dokter dapat dukungan dari keluarga tetapi otak saya masih kurang mampu untuk mempelajari ilmu kedokteran. Ingin menjadi fotographer atau cameramen tetapi saya kurang dapat dukungan dari orang tua saya. Dan ternyata tuhan berkata lain, dari ke tiga cita-cita saya tak satupun yang terlaksana.  sekarangpun entah mengapa saya kuliah ada dijurusan Manajemen Ekonomi. Saya sendiripun masih bingung :D

Tugas 6 IBD


Jelaskan perbedaan antara pandangan hidup dengan cita-cita!
Pandangan hidup pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman,  arah, petunjuk,  hidup di dunia.
Cita-cita merupakan  keinginan,  harapan, dan padangan hidup dimasa yang akan datang  yang lama-lama semakin tinggi tingkatannya

Tulisan 5 IBD - penderitaan

on Senin, 28 November 2011
Penderitaan Anak Jalanan

Cerita anak jalanan seolah-olah tidak ada habisnya. Derita dan penyiksaan yang mereka alami, kerap menghantui dan mengintai setiap saat. Mereka harus berjuang di tengah kota yang kejam untuk mendapatkan sejumlah uang agar bertahan hidup. 


 
Setiap hari derita anak jalanan tidak ada hentinya. Kebanyakan dari mereka yang dibawah umur, sering diperas oleh preman. Preman-preman memaksa agar mereka bekerja dan penghasilan mereka sebagian diberikan kepadanya. Mungkin setiap hari ada yang memang harus bekerja mencari nafkah di jalan untuk membatu orang tuanya dan adik-adik nya juga, atau mungkin mereka yang mencari nafkah di jalan untuk sekedar bersenang-senang dengan teman-temannya. Anak jalananpun harus mencari uang tersebut dengan cara mengamen, jadi tukang semir sepatu, menjual rokok, menjajahkan Koran sampai ada yang menjadi penguntil, copet., membersihkan bus umum, atau apapun kerjaannya. Barangkali itu yang dapat mereka lakukan, dan mereka dapat kita jumpai di sudut terminal, jalanan atau tiap persimpangan kota besar. Sebenarnya dari pekerjaan mereka yang sederhana ini  tidak menghasilkan keuntungan yang banyak, namun mereka harus melakukannya agar dapat menyambung hidup mereka di kota besar seperti Jakarta.
Diantara mereka ada yang memang karena faktor ekonomi, putus sekolah atau persoalan rumah tangga serta kondisi orang tua. Tak sedikit dari mereka yang bertahan, karena faktor tersebut yang menyelimutinya. Walau tak sedikit juga mereka yang berada di komunitas tersebut karena faktor kenakalan atau kurang mendapat perhatian keluarga ataupun lingkungan.



Meski mereka terlihat tersenyum menjalani pekerjaan itu, namun siapa yang tahu, bahwa setiap malam mereka selalu mengeluhkan takdir yang Tuhan gartiskan pada mereka.. Mungkin dalam benak mereka selalu beranggapan Tuhan tidak adil, Tuhan pilih kasih dan sebagainya.. Tuhan hanya sayang kepada mereka yang kaya.

Mereka tak bisa berbuat apa-apa kecuali menjalanin takdir mereka. mereka hanya bisa melihat anak-anak sepantaran mereka yang berubtung sekolah, memakai baju yang layak dan tidur di kasur yang empuk, sedangkan mereka, mereka harus bekerja demi sesuap nasi, memakai baju yang mungkin sudah tak layak dipakai dan tidur hanya beralaskan kardus..

Dimana para pemimpin yang menjanjikan fasilitas untuk rakyat yang tidak mampu.. Bukankah itu yang mereka ucapkan saat mereka kamoanye, mereka selalu menegaskan adanya sekolah gratis bagi siswa yang tak mampu.. Tapi pada nyatanya mereka yang tidak mampu tetap tak bisa karena harus dilibatkan biaya sekolah yang masih tinggi..
Kemanakah biaya pajak yang selalu dibayarkan? Bukankah itu bisa sedikit membantu untuk biaya sekolah mereka???????

Tugas 5 IBD - penderitaan

Jelaskan definisi dari penderitaan?

Penderitaan dan kata derita. Kata derita berasal dari kata bahasa sansekerta dhra artinya menahan atau menanggung. Derita artinya menanggung atau merasakan sesuatu yang tidak menyenangkan. Penderitaan itu dapat lahir atau bathin, atau lahir bathin. Yang termasuk penderitaan itu ialah keluh kesah, kesengsaraan, kelaparan, kekenyangan, kepanasan, dan lain – lain.